Ekobis Palopo 2008
Tahun 2007 menurut penulis merupakan tahun yang menggairahkan bagi iklim perekonomian di Palopo. Betapa tidak, ada banyak perusahan-perusahan berskala nasional, bahkan internasional yang berkespansi di Palopo. Adakah tahun depan, atmosfer ekonomi Palopo memiliki vitalitas yang sama (atau bahkan lebih baik) dari tahun 2007 ini? Mengutip Palopo Pos tanggal 14 Desember 2007, pertumbuhan perekonomian Palopo 2007 diprediksi tumbuh 8%. Hal ini penulis pikir sangat baik. Ada kenaikan 0,51% dibanding tahun 2006 yang menembus 7,49%. Lebih unggul dibanding Sulsel yang hanya 6,53%. Ini artinya, sekali lagi, kondisi perekonomian Palopo lagi ‘mekar-mekarnya’.
Tren bisnis di Palopo tahun 2008 diprediksikan akan lebih banyak bermain pada pola-pola tahun 2007. Di bidang konstruksi, peningkatan jumlah rumah toko (ruko) akan menyeberang gairahnya ke tahun depan. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan suku bunga BI yang merangsang bergairahnya sector ini. Perumahan demikian pula halnya.Diprediksikan, akan ada lahan baru yang dibuka untuk menjadi kawasan perumahan. Daerah persawahan, mungkin target dari pemain-pemain di bisnis ini (developer). Dampaknya tentu berkurangnya areal persawahan di Kota Palopo. Namun demikian, produksi padi Palopo yang tahun ini meningkat 42 Ribu ton, nampaknya tidak akan terlalu terpengaruh. Indikasinya ialah, gencarnya Kantor Informasi Penyuluhan dan Dinas Pertanian untuk mengedukasi petani-petani Palopo.Hal ini tentu dengan konsep intensifikasi dan metode pertanian mutakhir, yang akhir-akhir ini sangat pesat perkembangannya.Intensifikasi ini, juga akan diikuti pula di sector perikanan dan kelautan. Disperiklak belakangan ini sudah mulai memperlihatkan kinerja yang lebih berorientasi pada upaya peningkatan produksi.Olehnya itu, hasilnya akan lebih tampak di tahun depan. Rumput laut yang menjadi andalan akan semakin diminati pasar. Lihat saja opini Martani Huseini, guru besar ekonomi UI, yang dalam sebuah majalah ekonomi mengatakan, “Kalau mau berbisnis yang benar-benar berpotensi, mulailah bisnis berbasis produk kelautan. Contohnya rumput laut”
Bisnis lain yang akan membukukan keuntungan besar di 2008 adalah percetakan. Sektor riil ini akan mendapat imbas dari riuhnya suksesi/Pilwalkot 2008. Akan ada banyak order cetakan baju, stiker, banner, pin, baliho dan property kampanye lainnya. Bukan hanya dari Palopo penulis pikir, order juga akan mengalir dari Belopa, yang juga tahun depan akan melaksanakan Pilbup. Namun, secara tidak langsung pula, Pilwalkot juga akan memengaruhi iklim perekonomian Palopo.
Investasi secara umum akan baik, namun tidak begitu signifikan, akibat sentiment negative Pilwalkot. Sentimen Pilwalkot ini akan mampu diimbangi dengan baiknya kinerja KPTSP (Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu) dan adanya itikad baik pemerintah kota dan muspida, untuk menjaga kepastian hukum. Namun pula, yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi, juga berpotensi terjadi inflasi.
Di bidang teknologi, penjualan handphone akan tetap bersinar. Planning beberapa operator seluler untuk ekspansi 3G di Sulawesi tahun 2008, akan mendongkrak penjualan telepon seluler, khususnya yang berkemampuan 3G di Palopo. Turunannya, pengecer pulsa yang tumbuh dan bertebaran di kota ini, masih pula eksis di tahun depan.Namun demikian, para pengecer ini harus lebih meningkatkan kinerjanya untuk lebih mampu survive di tengah banyaknya kompetitor. Salahsatunya tentu dengan melaksanakan diferensiasi pelayanan, packaging outlet, produk tambahan atau bahkan dalam hal pricing.Karakter konsumen Palopo (khususnya remaja) yang tidak ingin gaptek (gagap teknologi), masih pula akan mendorong penjualan produk teknologi semisal MP3, MP4 dan laptop. Produk yang terakhir disebutkan di atas, bahkan akan lebih signifikan dari tahun ini.Indikasinya adalah bahwa professional di Palopo, jumlahnya semakin banyak akibat masuknya perusahaan-perusahaan skala nasional (terutama perbankan dan keuangan). Di samping itu, tuntutan pekerjaan dari sejumlah pegawai negeri sipil untuk melek computer, akan menjadi factor berikutnya.
Di tahun 2007, kita patut bangga, KFC berinvestasi di Palopo. Namun di 2008, belajar dari KFC, Dobby Burger dan bisnis franchise lainnya yang cenderung stagnan, maka diprediksikan bisnis waralaba tidak akan terlalu signifikan pertumbuhannya. Masyarakat Palopo tampaknya tidak terlalu siap dengan harga premium yang diterapkan waralaba-waralaba di atas. Ditambah dengan bayang-bayang ketidakpastian harga BBM 2008, maka sekali lagi, bisnis franchise tampaknya tidak segencar tahun ini.
Factory outlet semisal Orgy dan distro-distro, di tahun depan penulis pikir akan mengalami masa yang tidak terlalu bersinar. Tahun ini saja, beberapa distro tutup. Target market yang mematok remaja, masih terlalu sempit pasarnya. Hal ini karena remaja Palopo belum siap dengan self budget.Daya beli orang dewasa (termasuk orangtua-orangtua remaja) akan dihadapkan dengan dilema kenaikan BBM. Jika memang BBM naik, penjualan sepeda motor tentu juga akan berpengaruh. Namun demikian, diprediksikan, motik (motor otomatik) akan mengalami peningkatan 20-30% penjualannya secara nasional (mungkin Palopo juga termasuk di dalamnya).
Di bidang bisnis edukasi, seminar-seminar akan lebih banyak. Pengaruh sertifikasi guru, akan mendorong banyaknya pelaksanaan seminar. Jika memang Sahrul Yasin Limpo akan menjadi gubernur (dan merealiasikan janjinya di 2008), masyarakat akan lebih berdaya beli dalam hal pendidikan. Namun pendidikan gratis harus diformulasi dengan teliti. Selain itu, di bidang pendidikan, tren siswa SMP dan SMA sekarang di Palopo adalah internet.Olehnya itu, peluang untuk tumbuhnya warung internet di 2008 akan semakin besar. Tengok saja dua warnet di Palopo (MPS dan Al Ilmi) tiap hari disesaki konsumennya. Bahkan banyak yang rela ngantri berjam-jam.
Ritel di Palopo juga akan tetap tumbuh seperti 2007. Hal ini disebabkan karena masyarakat memang masih butuh, bahkan akan tetap berbelanja. Dengan karakter masyarakat kita yang instan, gengsi dan cenderung konsumtif, bisnis ritel akan sama atmosfernya dengan tahun ini.Namun demikian, bukan berarti PNP dan pasar tradisional akan ditinggalkan. Pasar Andi Tadda akan menjadi ‘rising star’ di 2008. Sudah banyak akses yang akan mendukung pasar baru ini untuk lebih menarik.
Sektor pariwisata di Palopo akan mengikuti gaung Visit Indonesia 2008. Toraja tetap menjadi mitra Palopo. Hotel-hotel akan tetap eksis bahkan okupansinya akan jauh lebih besar. Restoran akan tetap tumbuh dengan signifikan, akibat banyaknya orang yang masuk ke kota ini. Warung kopi akan laris manis untuk kongkow, menjelang Pilwalkot. Jika TV swasta kita mampu membeli program, Lagota dan Pujasari akan menjadi tempat yang nyaman untuk nonton bareng Piala Eropa 2008. Namun, entertainment event semisal konser akan lebih stagnan. Masyarakat kita jenuh dengan konsep acara yang begitu-begitu saja atau cenderung biasa. Konser ini trennya akan digeser dengan nonton bareng. Hal ini disebabkan karena tumbuhnya perfilman nasional kita.
Eksekusi program corporate social responsibility di Palopo juga tampaknya berpeluang besar di 2008. Harus mampu SDM yang kreatif untuk menjemput bola rezeki ini, khususnya Pemkot. PLTA Bambalu, secara luas akan mendorong perekonomian Palopo bagian barat. Olehnya itu, gairah bisnis dan perekonomian Palopo 2008 masih menjadi permen manis yang akan dikerumuni oleh semut-semut investor atau pebisnis.
Sentimen Pilwakot 2008, pasti ada pengaruhnya. Kehati-hatian perlu, namun tidak dalam skala kepanikan. Olehnya itu, dengan optimisme ini, penulis yakin, 2008 akan lebih baik dibanding 2007. Menurut anda…? Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan